![]() |
| Add caption |
BERITA SELEBRITIS
SMS GRATIS Bola Nova Nyata Bintang Rumah
Klantink Pasca Kemenangan IMB
Sudah Dihadang Proyek Besar
Pasca kemenangan di Indonesia Mencari Bakat, Klantink memiliki sejuta rencana dan harapan. Apa saja?
Kemenangan Klantink di ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) sudah pasti mengubah status mereka. Dari sekadar penyanyi jalanan biasa menjadi penyanyi yang namanya mulai berkibar.
”Alhamdulillah, rasanya senang sekali dipilih masyarakat Indonesia,” kata Wawan ketika ditemui di studio Viky Sianipar di Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (27/10) lalu.
Tapi ada yang tidak berubah pasca kemenangan itu. Yaitu penampilan mereka yang tetap sederhana. Kelima personilnya, Cak Mat, Budi, Wawan, Lukin dan Ndoweh tetap percaya diri mengenakan kaos atau kemeja yang dipadu dengan celana jins.
”Kita ini masih seperti biasa, lihat saja penampilan kita,” ucap Budi sambil melihat ke bawah dan menunjuk celana serta alas kakinya yang berupa sandal biasa.
Dikatakan Cak Mat, kemenangan mereka di panggung IMB tidak terlepas dari rasa optimis yang sudah ditanamkan kelimanya sejak awal serta kepasrahan kepada Tuhan. “Pokoknya yang paling berjasa atas kemenangan ini Tuhan yang Maha Kuasa, orangtua, keluarga dan fans seluruh Indonesia,” kata Cak Mat.
Ditambahkan Budi, kemenangan ini juga menjadi bukti kepada teman-temannya sesama pengamen di Surabaya yang sempat meremehkannya. ”Mereka bilang, kapan kamu bisa berubah. Nggak hanya pengamen, teman-teman sekolah juga ada yang bilang begitu,” tambah Budi.
Selama 20 tahun mengamen, diakui Budi memang tidak ada perubahan. Tapi dengan kemenangan ini berarti Yang Maha Kuasa mengabulkan doanya.
Dengan kemenangan itu, Klantink berhak mendapatkan 1 unit mobil Suzuki Splash dan uang tunai Rp 200 juta serta kontrak eksklusif selama dua tahun di Transcorp. Tapi selain hadiah materi itu, ternyata masih banyak ’hadiah’ yang diterima Klantink dari panggung IMB ini.
Misalnya, perubahan pada tata bicara yang sekarang ini dianggap lebih baik dan nyambung jika diajak bicara. Belum lagi kosa kata baru yang mereka ketahui, seperti briefing, lighting atau segmen.
”Makanya sekarang kita senang manggung, apalagi sekarang sudah manggung di panggung besar dan tidak di jalanan yang ngamennya menyebar sampai ke angin-anginan,” ujar Budi yang disambut tawa bahagia keempat personil lainnya.
Hadiah Dibagi
Mengenai hadiahnya sendiri, jika sudah di tangan mobilnya akan digunakan untuk operasional di Jakarta. Sedangkan uangnya dibagi rata untuk kelima personil.
Sehingga tujuan kelima personil untuk membahagiakan keluarga tercapai. Terutama Cak Mat, Ndoweh dan Lukin yang sudah berkeluarga.
Selain itu kelimanya juga berharap bisa membelikan rumah untuk orangtua dan keluarga masing-masing, serta memberikan sedikit penghasilannya agar bisa digunakan sebagai modal usaha. Sehingga orangtua maupun istri mereka tidak lagi bekerja pada orang lain.
Budi sendiri akan menggunakan uang hadiah itu untuk keperluan berobat ibundanya, Kolifah yang saat ini sedang sakit stroke.
Semua harapan itu diharapkan segera terwujud. Namun, satu hal yang pasti terkabul dalam waktu dekat adalah bisa pulang ke kampung halamannya di Joyoboyo, Surabaya. Budi dan Wawan yang masih lajang akan menemui orangtuanya. Sedangkan tiga bersaudara Cak Mat, Lukin dan Ndoweh selain bertemu orangtua juga bertemu istri dan anak mereka.
”Yah, kita pulang sekitar seminggu, setelah itu balik lagi untuk mulai menjalani aktivitas. Tapi sejauh ini kita masih belum tahu jadwalnya,” ujar Wawan.
Namun yang jelas, proyek besar sudah menanti mereka, yakni membawakan program di Trans TV. Hanya saja, mereka sendiri masih belum tahu pasti program yang mereka bawakan nanti.
Selain itu, mereka berharap bisa juga menembus dapur rekaman. Apalagi, secara materi, mereka sudah merasa siap membuat album, tinggal menunggu pihak yang menawarkan.
”Kita intinya sudah punya lagu sebelum ikutan IMB, jadi kalau ada tawaran rekaman kita sudah siap,” cetus Wawan.
Tapi dari beberapa rencana yang ada, setidaknya sudah ada satu proyek yang sudah terkabul. Yaitu menjadi bintang iklan produk provider telepon selular. ”Alhamdullilah. Insya Allah lebih banyak iklan lagi. Bangga dan senang bisa dikontrak,” ujar Budi.
Mempertahankan Ciri Khas
Tidak hanya itu harapan mereka. Untuk jangka panjang, Klantink berharap bisa Go International. ”Nggak usah jauh-jauh lah, Madura saja,” celetuk Lukin yang disambut tawa personil lainnya.
Dan, bicara musikalitas, Klantink berusaha untuk mempertahankan ciri khasnya selama ini. Tetapi, mereka tidak akan menutup kemungkinan untuk tawaran-tawaran bermusik lainnya.
”Kita tumbuhnya seperti ini jadi akan tetap seperti ini. Cuma, kalau disuruh main band, akustik, perkusi ya main, disuruh nari juga oke. Intinya siap melayani permintaan masyarakat,” terang Wawan.
Satu hal lagi, mereka ingin berlatih vokal lebih baik lagi. Wawan sendiri sempat berlatih vokal pada Christopher Abimanyu. Hal itu juga menjadi ketertarikan Budi.
”Kepingin belajar biar vokal lebih baik lagi. Pengennya berlatih vokal ke mbak Bertha,” tutur Budi.
Namun di luar vokal, mereka tidak akan mengubah gaya bicara atau penampilan. ”Ini ciri khas yang harus dipertahankan,” tegas Budi.
Hal yang sama juga diberlakukan untuk tato di lengan Budi dan Ndoweh. Budi menuturkan kalau tato yang terlukis di lengannya, sulit dihapus karena bersifat permanen dan sudah menempel sejak kelas 4 SD.
Sedangkan Ndoweh justru ingin mempercantik tato yang ada di lengannya. ”Tatonya sudah jelek, pengennya diperbagus biar lebih kelihatan lagi,” kata Ndoweh yang memiliki tato dengan gambar tak jelas seperti halnya tato di tangan Budi.
Sementara untuk Wawan yang nampak menonjol di grup Klantink berjanji tidak akan memperhalus wajah maupun memutihkan badannya. ”Facial atau mutihin badan nggak banget,” tutur Wawan.
Mereka lebih konsentrasi untuk belajar musik baru yang sekiranya belum ada di Indonesia. ”Kebetulan Klantink ini cepet nanggep, makanya yakin banget kita bisa main musik yang bagus dan lebih bagus lagi,” tukas Wawan mengakhiri pembicaraan.*ida
Boks
Grogi Jadi Selebriti
Pasca kemenangan di IMB, Klantink sudah menjadi selebriti baru di Indonesia. Namun diakui kelimanya, status baru itu justru membuat mereka grogi.
Seperti misalnya ketika diminta foto bareng dengan penggemar mereka. ”Canggung banget waktu diminta foto,” tutur Lukin.
Status baru mereka juga akhirnya membuat nama grup Klantink menjadi nama gang di tempat tinggal mereka. ”Sekarang kampung kita dinamakan kampung Klantink, bukan gang kelinci lagi. Bukan kita yang mengubah, tapi orang sana sendiri yang merubah,” terang Budi bangga.
Atas perubahan nama tempat tinggalnya itu, Lukin merasa sangat bangga. Usahanya merebus simpati di panggung IMB tidak sia-sia. ”Insya Allah kalau ada bayi lahir dikasih nama Klantink, kita juga akan senang,” tutur Lukin.*ida
”Alhamdulillah, rasanya senang sekali dipilih masyarakat Indonesia,” kata Wawan ketika ditemui di studio Viky Sianipar di Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (27/10) lalu.
Tapi ada yang tidak berubah pasca kemenangan itu. Yaitu penampilan mereka yang tetap sederhana. Kelima personilnya, Cak Mat, Budi, Wawan, Lukin dan Ndoweh tetap percaya diri mengenakan kaos atau kemeja yang dipadu dengan celana jins.
”Kita ini masih seperti biasa, lihat saja penampilan kita,” ucap Budi sambil melihat ke bawah dan menunjuk celana serta alas kakinya yang berupa sandal biasa.
Dikatakan Cak Mat, kemenangan mereka di panggung IMB tidak terlepas dari rasa optimis yang sudah ditanamkan kelimanya sejak awal serta kepasrahan kepada Tuhan. “Pokoknya yang paling berjasa atas kemenangan ini Tuhan yang Maha Kuasa, orangtua, keluarga dan fans seluruh Indonesia,” kata Cak Mat.
Ditambahkan Budi, kemenangan ini juga menjadi bukti kepada teman-temannya sesama pengamen di Surabaya yang sempat meremehkannya. ”Mereka bilang, kapan kamu bisa berubah. Nggak hanya pengamen, teman-teman sekolah juga ada yang bilang begitu,” tambah Budi.
Selama 20 tahun mengamen, diakui Budi memang tidak ada perubahan. Tapi dengan kemenangan ini berarti Yang Maha Kuasa mengabulkan doanya.
Dengan kemenangan itu, Klantink berhak mendapatkan 1 unit mobil Suzuki Splash dan uang tunai Rp 200 juta serta kontrak eksklusif selama dua tahun di Transcorp. Tapi selain hadiah materi itu, ternyata masih banyak ’hadiah’ yang diterima Klantink dari panggung IMB ini.
Misalnya, perubahan pada tata bicara yang sekarang ini dianggap lebih baik dan nyambung jika diajak bicara. Belum lagi kosa kata baru yang mereka ketahui, seperti briefing, lighting atau segmen.
”Makanya sekarang kita senang manggung, apalagi sekarang sudah manggung di panggung besar dan tidak di jalanan yang ngamennya menyebar sampai ke angin-anginan,” ujar Budi yang disambut tawa bahagia keempat personil lainnya.
Hadiah Dibagi
Mengenai hadiahnya sendiri, jika sudah di tangan mobilnya akan digunakan untuk operasional di Jakarta. Sedangkan uangnya dibagi rata untuk kelima personil.
Sehingga tujuan kelima personil untuk membahagiakan keluarga tercapai. Terutama Cak Mat, Ndoweh dan Lukin yang sudah berkeluarga.
Selain itu kelimanya juga berharap bisa membelikan rumah untuk orangtua dan keluarga masing-masing, serta memberikan sedikit penghasilannya agar bisa digunakan sebagai modal usaha. Sehingga orangtua maupun istri mereka tidak lagi bekerja pada orang lain.
Budi sendiri akan menggunakan uang hadiah itu untuk keperluan berobat ibundanya, Kolifah yang saat ini sedang sakit stroke.
Semua harapan itu diharapkan segera terwujud. Namun, satu hal yang pasti terkabul dalam waktu dekat adalah bisa pulang ke kampung halamannya di Joyoboyo, Surabaya. Budi dan Wawan yang masih lajang akan menemui orangtuanya. Sedangkan tiga bersaudara Cak Mat, Lukin dan Ndoweh selain bertemu orangtua juga bertemu istri dan anak mereka.
”Yah, kita pulang sekitar seminggu, setelah itu balik lagi untuk mulai menjalani aktivitas. Tapi sejauh ini kita masih belum tahu jadwalnya,” ujar Wawan.
Namun yang jelas, proyek besar sudah menanti mereka, yakni membawakan program di Trans TV. Hanya saja, mereka sendiri masih belum tahu pasti program yang mereka bawakan nanti.
Selain itu, mereka berharap bisa juga menembus dapur rekaman. Apalagi, secara materi, mereka sudah merasa siap membuat album, tinggal menunggu pihak yang menawarkan.
”Kita intinya sudah punya lagu sebelum ikutan IMB, jadi kalau ada tawaran rekaman kita sudah siap,” cetus Wawan.
Tapi dari beberapa rencana yang ada, setidaknya sudah ada satu proyek yang sudah terkabul. Yaitu menjadi bintang iklan produk provider telepon selular. ”Alhamdullilah. Insya Allah lebih banyak iklan lagi. Bangga dan senang bisa dikontrak,” ujar Budi.
Mempertahankan Ciri Khas
Tidak hanya itu harapan mereka. Untuk jangka panjang, Klantink berharap bisa Go International. ”Nggak usah jauh-jauh lah, Madura saja,” celetuk Lukin yang disambut tawa personil lainnya.
Dan, bicara musikalitas, Klantink berusaha untuk mempertahankan ciri khasnya selama ini. Tetapi, mereka tidak akan menutup kemungkinan untuk tawaran-tawaran bermusik lainnya.
”Kita tumbuhnya seperti ini jadi akan tetap seperti ini. Cuma, kalau disuruh main band, akustik, perkusi ya main, disuruh nari juga oke. Intinya siap melayani permintaan masyarakat,” terang Wawan.
Satu hal lagi, mereka ingin berlatih vokal lebih baik lagi. Wawan sendiri sempat berlatih vokal pada Christopher Abimanyu. Hal itu juga menjadi ketertarikan Budi.
”Kepingin belajar biar vokal lebih baik lagi. Pengennya berlatih vokal ke mbak Bertha,” tutur Budi.
Namun di luar vokal, mereka tidak akan mengubah gaya bicara atau penampilan. ”Ini ciri khas yang harus dipertahankan,” tegas Budi.
Hal yang sama juga diberlakukan untuk tato di lengan Budi dan Ndoweh. Budi menuturkan kalau tato yang terlukis di lengannya, sulit dihapus karena bersifat permanen dan sudah menempel sejak kelas 4 SD.
Sedangkan Ndoweh justru ingin mempercantik tato yang ada di lengannya. ”Tatonya sudah jelek, pengennya diperbagus biar lebih kelihatan lagi,” kata Ndoweh yang memiliki tato dengan gambar tak jelas seperti halnya tato di tangan Budi.
Sementara untuk Wawan yang nampak menonjol di grup Klantink berjanji tidak akan memperhalus wajah maupun memutihkan badannya. ”Facial atau mutihin badan nggak banget,” tutur Wawan.
Mereka lebih konsentrasi untuk belajar musik baru yang sekiranya belum ada di Indonesia. ”Kebetulan Klantink ini cepet nanggep, makanya yakin banget kita bisa main musik yang bagus dan lebih bagus lagi,” tukas Wawan mengakhiri pembicaraan.*ida
Boks
Grogi Jadi Selebriti
Pasca kemenangan di IMB, Klantink sudah menjadi selebriti baru di Indonesia. Namun diakui kelimanya, status baru itu justru membuat mereka grogi.
Seperti misalnya ketika diminta foto bareng dengan penggemar mereka. ”Canggung banget waktu diminta foto,” tutur Lukin.
Status baru mereka juga akhirnya membuat nama grup Klantink menjadi nama gang di tempat tinggal mereka. ”Sekarang kampung kita dinamakan kampung Klantink, bukan gang kelinci lagi. Bukan kita yang mengubah, tapi orang sana sendiri yang merubah,” terang Budi bangga.
Atas perubahan nama tempat tinggalnya itu, Lukin merasa sangat bangga. Usahanya merebus simpati di panggung IMB tidak sia-sia. ”Insya Allah kalau ada bayi lahir dikasih nama Klantink, kita juga akan senang,” tutur Lukin.*ida

